logo

MENANTI ERA BARU TEKNOLOGI HOLOGRAM DI MASA DEPAN

15:11 WIB

upload/blogs/DM632hwvEfj3zDdbAIGVyocXrbkYd00V7OCRkONk.jpg


BURNINGROOM TECHNOLOGY – Teknologi hologram memiliki potensi untuk menyimpan data atau informasi dalam jumlah yang tidak terkira. Tidak hanya soal kapasitas, Ia juga menawarkan kemanan jangka panjang. Konon, media penyimpanan hologram yang rusak dapat direkontruksi sehingga datanya bisa diselamatkan.

Selain itu, hologram juga dapat digunakan untuk menciptakan perangkat penyimpanan mutakhir. Sebagaimana yang kita tahu, semakin hari berlalu, ukuran data digital semakin mebengkak. Data-data itu dapat berupa foto, video, dan dokumen yang total ukurannya ratusan gigabyte. Jumlah itu bisa jadi akan semakin besar di masa yang akan datang sehingga membutuhkan ruang penyimpanan yang lebih baik juga.

#DigitalBisa #UntukIndonesiaLebihBaik

Di berbagai film dan cerita fiksi ilmiah, tidak jarang ada adegan perangkat yang bisa menembakkan cahaya dan mengeluarkan gambar atau layar. Gambar atau layar itu bersifat interaktif, sehingga pengguna bisa menggeser, menekan tombol, memperbesar dan sebagainya. Hal-hal tersebut merupakan imajinasi manusia tentang teknologi hologram masa depan.

Hologram merupakan produk dari teknologi bernama holografi. Dikutip dari livescience.com, holografi sendiri merupakan teknik fotografi yang merekam cahaya tersebar dari sebuah objek lalu menampilkannya dalam bentuk tiga dimensi. Jika Anda pernah menonton film “Iron Man” dan “Star Wars”, Anda bisa melihat contoh penggunaan hologram ini–meskipun teknologi saat ini belum mampu mewujudkan apa yang ditampilkan dua film itu.

Namun jangan khawatir, teknologi hologram terus berkembang dan memasuki era baru. Mari baca penjelasan setelah ini.

Hologram Nyatanya Bukan Hal Baru
Jika kita kaji sisi historisnya, hologram nyatanya bukanlah teknologi yang baru. Pengembangan dari hologram dimulai pada 1962 ketika Yuri Denisyuk dari Uni Soviet serta Emmett Leith dan Juris Upatnieks dari University of Michigan mengembangkan teknologi laser yang dapat merekam objek 3D.

Pada saat itu, emulsi fotografi perak halida digunakan sebagai media perekam meskipun belum menghasilkan objek yang jelas. Namun berbagai metode baru yang melibatkan konversi transmisi dengan indeks bias memungkinkan hologram ditingkatkan dari waktu ke waktu.

Lebih lanjut, sadar atau tidak, kita sebenarnya sudah akrab dengan berbagai aplikasi teknologi hologram di kehidupan sehari-hari. Beberapa di antaranya adalah uang kertas, kartu kredit, CD, DVD, dan sebagainya. Penggunaan hologram membuat uang kertas menjadi sulit untuk dipalsukan.

Hanya saja, penggunaan hologram pada contoh-contoh di atas tentulah tidak begitu istimewa–terlebih jika dibandingkan dengan apa yang film fiksi ilmiah suguhkan pada kita. Di samping semua itu tadi, beberapa tahun belakangan hologram 3D sudah mulai banyak digunakan dan dikembangkan. Pengembangan ini tentu lebih mutakhir dari sebatas hologram pada uang kertas.

Hologram 3D di Masa Depan
Pada 2019 lalu, sebuah sirkus asal Jerman, Circus Roncalli, berhasil memukau publik dengan menampilkan mamalia hologram 3D dalam pentas mereka. Perusahaan mereka menggunakan beberapa proyektor untuk menampilkan hewan hologram tersebut, mengingat adanya larangan penggunaan hewan asli dalam pementasan di Eropa.

Teknologi hologram 3D juga sudah cukup lumrah digunakan oleh tokoh politik di berbagai negara di dunia. Beberapa di antaranya adalah perdana menteri India, Narendra Modi, dan presiden Turki, Recep Tayyip Erdo─čan. Bahkan, presiden Joko Widodo juga pernah menggunakan hologram dalam kampanye pemilihan presiden lalu.

Ke depan, teknologi hologram juga bisa dinikmati oleh masyarakat publik. Dikutip dari Republika, teknologi hologram diprediksi dapat menjadi pengganti fitur panggilan video. Hologram 3D dapat menampilkan proyeksi seseorang seukuran aslinya dalam resolusi 4K. Tidak hanya itu, ia dapat berbicara, melihat serta mendengar orang-orang yang berinteraksi dengannya secara langsung.

Hal yang lebih menarik dari pada sebatas panggilan video, bukan?

Potensi Pemanfaatan Teknologi Hologram
Hologram memang bukanlah teknologi baru, tapi ia masih memiliki potensi pemanfaatan yang besar di masa depan. Penggunaan hologram untuk sirkus serta konferensi hanyalah sebagian kecilnya. Di samping itu, pemanfaatan hologram juga bisa dilakukan pada sektor militer hingga kesehatan.

Sebuah perusahaan Amerika telah mengirim lebih dari 13.000 peta holografik 3D dari "medan perang" pada tentara AS. Peta-peta hologram tadi membuat tentara dapat melihat medan 3 dimensi sehingga dapat membantu dalam misi latihan.

Kemudahan untuk mempelajari medan dengan menggunakan peta hologram tadi tentu akan membuat angkatan militer mampu menyusun strategi yang lebih baik. Ini jauh lebih baik ketimbang membuka peta datar semata.

Selain itu, hologram juga dapat digunakan untuk menciptakan perangkat penyimpanan mutakhir. Sebagaimana yang kita tahu, semakin hari berlalu, ukuran data digital semakin membengkak. Data-data itu dapat berupa foto, video, dan dokumen yang total ukurannya ratusan gigabyte. Jumlah itu bisa jadi akan semakin besar di masa yang akan datang sehingga membutuhkan ruang penyimpanan yang lebih baik juga.

Teknologi hologram memiliki potensi untuk penyimpanan data atau informasi dalam jumlah yang tidak terkira. Tidak hanya soal kapasitas, ia juga menawarkan keamanan jangka panjang. Konon, media penyimpanan hologram yang rusak dapat direkonstruksi sehingga datanya bisa diselamatkan.

Terakhir, holografi juga dapat merevolusi bidang kesehatan, tepatnya sebagai alat untuk memvisualisasikan data pasien ketika melatih mahasiswa dan dalam proses bedah. Hal ini dapat dicapai dengan teknologi seperti Magnetic Resonance Imaging (MRI). Informasi elektronik dapat menghasilkan gambar holografik 3D dengan teknologi-teknologi terkait.

Nah, sebenarnya masih banyak potensi pemanfaatan hologram di berbagai sektor lainnya. Terlebih lagi saat ini berbagai teknologi penunjangnya telah dikembangkan, katakanlah teknologi 5G dan sebagainya. Sehingga hanya butuh waktu hingga hologram dapat lebih dimaksimalkan penggunaannya demi kemajuan manusia.

Ya, mungkin memang butuh waktu yang sangat panjang untuk mewujudkan apa yang dicitrakan dalam film-film itu. Tapi sebelum sampai ke sana, masih banyak aplikasi tepat guna yang bisa kita kembangkan dari teknologi hologram tadi.
Source : https://digitalbisa.id/